Pataka Eja
No Result
View All Result
  • Login
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • News
    • Sosial & Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Ekonomi & Bisnis
    • Olahraga & Kesehatan
    • Ragam
    • Sosok
  • Kirim Artikel
Pataka Eja
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • News
    • Sosial & Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Ekonomi & Bisnis
    • Olahraga & Kesehatan
    • Ragam
    • Sosok
  • Kirim Artikel
No Result
View All Result
  • Login
Pataka Eja
No Result
View All Result
Home Opini

Perempuan Bukan Hanya Korban: Kritik atas Penolakan Identitas Pelaku dalam Kekerasan Seksual

Pataka Eja by Pataka Eja
18 Agustus 2025
in Opini
0
Whatsapp Image 2025 08 18 At 02 28

foto Andi Nur Salsabilah

Oleh :  Andi Nur Salsabilah

Dalam diskursus publik, perempuan sering diposisikan semata-mata sebagai korban kekerasan seksual. Namun, kenyataannya, tidak sedikit kasus menunjukkan bahwa pelaku juga bisa perempuan. Sayangnya, sebagian kalangan yang mengidentifikasi diri sebagai feminis kerap mengabaikan isu ini, bahkan terkesan menutupinya. Sikap tersebut menunjukkan kontradiksi: di satu sisi menentang seksisme, tetapi di sisi lain melanggengkan bias gender dengan menganggap kesalahan perempuan harus dimaafkan.

Padahal, inti feminisme bukanlah membela perempuan tanpa syarat, melainkan memperjuangkan relasi yang adil. Konsistensi berarti siap mengakui ketika perempuan sendiri menjadi pelaku, serta menuntut pertanggungjawaban yang sama. Menolak kenyataan ini sama saja mengabaikan penderitaan korban, baik laki-laki maupun anak-anak.

Psikolog klinis dan forensik Anna Motz menyoroti persoalan ini secara mendalam. Dalam bukunya, The Psychology of Female Violence: Crimes Against the Body, ia membahas berbagai bentuk kekerasan yang dilakukan perempuan—dari pelecehan seksual terhadap anak, infanticide, hingga Münchausen syndrome by proxy. Karyanya terbaru, If Love Could Kill: The Myths and Truths of Women Who Commit Violence (2024), menunjukkan bahwa kekerasan oleh perempuan bukan mitos, melainkan fenomena kompleks yang kerap berakar pada trauma, konflik emosional, dan relasi kuasa yang tidak sehat.

Riset mutakhir (2023–2025) juga memperkuat temuan tersebut. Data survei di Inggris dan Australia mencatat peningkatan kasus kekerasan seksual dengan pelaku perempuan, baik di dunia nyata maupun ruang digital. Namun, bias institusional sering membuat kasus ini diperlakukan lebih ringan. Misalnya, pelaku perempuan kerap diberi label “ibu” atau “perempuan yang tidak berbahaya”, yang akhirnya memperlambat pengakuan dan keadilan bagi korban.

Dari perspektif feminisme interseksional, penolakan membicarakan perempuan sebagai pelaku justru mengulangi ketidakadilan, karena menghapus penderitaan korban laki-laki atau anak. Sementara kajian kriminologi feminis mengkritik standar ganda yang membuat perempuan diperlakukan lebih lunak dibanding laki-laki dalam kasus serupa.

Maka, seruan “hidup perempuan yang melawan” tidak boleh bercampur dengan kemunafikan. Feminisme sejati memperjuangkan kesejahteraan semua gender. Menormalisasi perempuan sebagai “selalu benar” adalah tindakan keliru dan berbahaya. Menganggap perempuan sebagai pelaku hanya lelucon berarti menutup mata terhadap realitas kekerasan dan mengkhianati prinsip keadilan gender.

ShareTweetShareSendSend

Artikel Lainnya

Whatsapp Image 2025 09 24 At 23 07
Opini

Merdeka agraria Merdeka negeriku

25 September 2025
60
Img 20250501
Opini

Di Lautan Perang Tarif Antara AS dan China, Akankah Indonesia Tenggelam atau Belajar Lebih Jauh?

1 Mei 2025
105
Whatsapp Image 2026 05 01 At 19 39
Opini

May Day dan Paradoks Ruang Kerja

1 Mei 2026
127
Whatsapp Image 2025 10 01 At 16 58
Opini

Mentalitas Gerakan Mahasiswa: Teriakan Ciut dari Balik Ketek Kekuasaan

1 Oktober 2025
103

Rubrik

Ekonomi & Bisnis Esai Hukum & Kriminal Olahraga & Kesehatan Opini Prosa Puisi Ragam Resensi Sosial & Politik Sosok Uncategorized
Pataka Eja

© Dari Narasi Menuju Aksi

Lebih lanjut

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Kirim Artikel

Ikuti kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • News
    • Sosial & Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Ekonomi & Bisnis
    • Olahraga & Kesehatan
    • Ragam
    • Sosok
  • Kirim Artikel

© Dari Narasi Menuju Aksi