Pataka Eja
No Result
View All Result
  • Login
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • News
    • Sosial & Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Ekonomi & Bisnis
    • Olahraga & Kesehatan
    • Ragam
    • Sosok
  • Kirim Artikel
Pataka Eja
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • News
    • Sosial & Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Ekonomi & Bisnis
    • Olahraga & Kesehatan
    • Ragam
    • Sosok
  • Kirim Artikel
No Result
View All Result
  • Login
Pataka Eja
No Result
View All Result
Home Uncategorized

Menuju Kemerdekaan: Pemuda Bontomarannu Soroti Ketimpangan Ruang Kolaborasi

Ahmad Bachtiar by Ahmad Bachtiar
14 Agustus 2025
in Uncategorized
0
20250814

Bontomarannu, 14 Agustus 2025 – Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, suara kritis datang dari generasi muda Kecamatan Bontomarannu. Aldi Tri Putra, Sekretaris Umum HIPMA Gowa Koordinatorat Bontomarannu, mengungkapkan keprihatinannya atas terbatasnya ruang kolaborasi bagi organisasi kepemudaan di Kecamatan Bontomarannu.

Menurut Aldi, hingga kini belum ada ruang yang terbuka dan inklusif bagi seluruh elemen pemuda. Jika pun ada fasilitas, ia menilai penggunaannya kerap hanya menguntungkan pihak-pihak yang memiliki kedekatan personal dengan pemerintah kecamatan.

“Kemerdekaan itu bukan sekadar upacara dan lomba. Esensinya adalah memberi kesempatan setara bagi semua pemuda untuk berkontribusi. Di Bontomarannu, ruang itu belum merata. Yang dekat mendapat tempat, yang jauh hanya jadi penonton,” tegasnya.

Aldi membedakan antara kemerdekaan seremonial dan kemerdekaan fungsional. Menurutnya, kemerdekaan seremonial hanya berfokus pada perayaan dan formalitas, sementara kemerdekaan fungsional adalah kondisi di mana pemuda bebas mengembangkan ide, memanfaatkan fasilitas publik, serta berkolaborasi lintas organisasi tanpa batasan kedekatan politik maupun personal

“Kalau ingin Bontomarannu benar-benar merdeka, pemerintah kecamatan harus menjadi penghubung, bukan penyaring. Pemuda perlu diberi ruang, bukan disaring berdasarkan kedekatan dengan kursi kekuasaan,” tambah Aldi.

Menjelang 17 Agustus, Aldi menyerukan agar semua pihak membuka mata dan hati, khususnya pemerintah kecamatan, untuk segera menghadirkan wadah resmi pertukaran ide dan kolaborasi. Harapannya, seluruh organisasi pemuda bisa bersinergi menciptakan terobosan nyata yang membawa dampak langsung bagi masyarakat.

“Kemerdekaan tahun ini harus menjadi titik balik. Jangan sampai kita merdeka di panggung, tapi terbelenggu di lapangan,” pungkasnya.

 

Editor: Ahmad Bachtiar
ShareSendTweetShareSend

Artikel Lainnya

Whatsapp Image 2024 08 06 At 14 23 14 20b6bd03
Uncategorized

Mahasiswa KKN UINAM Angkatan 75 Posko 4 Sukses Menyelenggarakan Seminar Program Kerja

7 Agustus 2024
174
Bs
Uncategorized

Pakar HTN, Bivitri Susanti, Turut Menyoroti Kasus Skorsing dan Kekerasan Terhadap Mahasiswa Di UIN Alauddin Makassar

2 September 2024
48
Whatsapp Image 2024 11 07 At 00 18
Uncategorized

Mahasiswa FDK UINAM Laksanakan PPL di Disperindag Kabupaten Gowa

7 November 2024
74
Img
Uncategorized

Petani Batulapisi Dituduh Melakukan Penyerobotan Lahan, Warga Geruduk Polres Gowa

6 Agustus 2024
131

Rubrik

Ekonomi & Bisnis Esai Hukum & Kriminal Olahraga & Kesehatan Opini Prosa Puisi Ragam Resensi Sosial & Politik Sosok Uncategorized
Pataka Eja

© Dari Narasi Menuju Aksi

Lebih lanjut

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Kirim Artikel

Ikuti kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • News
    • Sosial & Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Ekonomi & Bisnis
    • Olahraga & Kesehatan
    • Ragam
    • Sosok
  • Kirim Artikel

© Dari Narasi Menuju Aksi