Pataka Eja – Cenrana, Maros, Sulawesi Selatan – Sukses besar menandai pelaksanaan sunatan massal yang digelar di Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros. Kegiatan yang merupakan kolaborasi antara mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Alauddin Makassar Angkatan 76, Tim Procerus, dan Dewan Mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (Dema FKIK) UIN Alauddin Makassar ini berhasil melayani puluhan anak dari berbagai desa di Kecamatan Cenrana.
Kegiatan yang berlangsung Senin, 03 Februari 2025 ini dipusatkan di Aula Puskesmas Kecamatan Cenrana. Antusiasme warga sangat tinggi, terlihat dari jumlah peserta yang melebihi ekspektasi panitia. Para peserta sunat, yang mayoritas berusia anak-anak, tampak tertib dan didampingi orang tua mereka.
Tim medis yang terdiri dari Tim Procerus dan Dema FKIK UINAM bekerja secara profesional dan efisien. Mereka memastikan setiap peserta mendapatkan perawatan terbaik dan nyaman selama proses sunat. Selain pelayanan sunat, panitia juga menyediakan berbagai fasilitas pendukung seperti pemeriksaan kesehatan, edukasi kesehatan, dan konsumsi bagi peserta dan pendamping serta memberikan cendramata kepada para peserta.
“Kami sangat bersyukur kegiatan sunatan massal ini berjalan lancar dan sukses. Kolaborasi yang terjalin antara KKN UINAM, Tim Procerus, dan Dema FKIK UINAM sangat efektif dan efisien dalam melayani masyarakat,” ujar Muhammad As’ad selaku Koordinator Desa Posko 5 Desa Lebbotengae.
Ia menambahkan bahwa kegiatan ini tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan masyarakat, tetapi juga sebagai bentuk pengabdian nyata mahasiswa dalam membangun masyarakat. Kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan reproduksi.
Sementara itu, perwakilan dari Tim Procerus dan Dema FKIK UINAM dan beberapa KKN yang merupakan delegasi dari setiap posko yang ada di Kecamatan Cenrana menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini, termasuk pemerintah setempat, masyarakat Cenrana, dan para donatur. Mereka berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan di masa mendatang untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
Sunatan massal ini menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi antar lembaga dan organisasi dapat memberikan dampak positif yang besar bagi masyarakat. Semoga kegiatan ini dapat menginspirasi kegiatan-kegiatan sosial serupa di daerah lain.




