Pataka Eja
No Result
View All Result
  • Login
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • Liputan
    • Warta
    • Liputan Khusus
  • Kirim Artikel
Pataka Eja
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • Liputan
    • Warta
    • Liputan Khusus
  • Kirim Artikel
No Result
View All Result
  • Login
Pataka Eja
No Result
View All Result
Home Warta

Kolaborasi GDGOC UINAM dan Indigo: Tingkatkan Keterampilan Developer Muda Makassar

GDGOC UIN Alauddin Makassar Gelar Tech Workshop bertajuk "Git and GitHub for Effective Project Collaboration" di IndigoHub Makassar, menghadirkan 50 developer muda untuk memperkuat ekosistem teknologi lokal.

Muhammad Sahran by Muhammad Sahran
27 Januari 2025
in Warta
0
Berita Uin

Potret keseruan workshop GDGOC UINAM di IndigoHub Makassar! Pelajari Git dan GitHub untuk kolaborasi proyek yang efektif bersama 50 developer muda.

Patakaeja.id – Makassar (03/01/2025),  Google Developer Group On Campus UIN Alauddin Makassar (GDGOC UINAM) sukses menyelenggarakan Tech Workshop bertajuk “Git and GitHub for Effective Project Collaboration” di IndigoHub Makassar. Acara ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam tentang penggunaan Git dan GitHub sebagai alat kolaborasi yang efektif dalam pengembangan proyek. 

GDG (Google Developer Groups) adalah komunitas global yang mempertemukan para developer untuk saling terhubung, belajar, dan berkembang, menggunakan teknologi Google. GDG juga sudah hadir di kampus-kampus Indonesia, termasuk beberapa kampus di Makassar, seperti UIN Alauddin Makassar dan yang lainnya.

Dengan dihadiri oleh 50 developer muda, yang mayoritas merupakan member anggota GDGOC UINAM, workshop ini menjadi salah satu upaya untuk memperkuat ekosistem teknologi di Makassar.

Kegiatan ini dibuka dengan sambutan hangat dari Lead GDGOC UINAM dan Business Community Lead Indigo. Mereka menekankan pentingnya kemampuan kolaborasi dalam proyek pengembangan perangkat lunak, hingga ke kehidupan sehari-hari. 

Setelah sesi sambutan, para peserta mendapatkan pemaparan mendalam dari pemateri terkait dasar-dasar Git, mulai dari cara kerja version control, manajemen repository di GitHub, hingga penerapan praktik terbaik dalam kerja tim. Workshop ini tidak hanya memberikan teori tetapi juga menyertakan sesi praktik langsung yang interaktif, sehingga peserta dapat mencoba proses cloning, branching, dan pull request dalam skenario proyek.

Menurut Patricia Eugene Gasperz, Senior Manager Indigo, dukungan Indigo terhadap acara ini adalah bagian dari komitmen untuk mendorong pengembangan talenta digital lokal. 

“Indigo selalu berupaya menjadi ruang yang mendukung inovasi dan pembelajaran. Kami sangat senang dapat memfasilitasi kegiatan ini, karena kami percaya bahwa talenta muda seperti peserta di workshop ini adalah motor penggerak ekosistem digital Indonesia,” ujar Patricia. 

Ia juga menambahkan bahwa Indigo berharap kolaborasi seperti ini dapat terus terjalin untuk memajukan komunitas teknologi di Makassar.

Selain materi utama, peserta juga diajak untuk berdiskusi dan bertukar pengalaman selama sesi tanya jawab. Banyak peserta yang berbagi tantangan yang mereka hadapi dalam menggunakan Git dan GitHub dalam proyek mereka, terutama dalam pemilihan branch. Interaksi ini menjadikan suasana belajar lebih hidup. 

Salah satu peserta, Nindy Sri Eriyani, menyatakan bahwa ia merasa lebih percaya diri menggunakan Git dan GitHub setelah mengikuti workshop ini. “Biasanya saya hanya menggunakan fitur dasar, tapi sekarang saya lebih paham bagaimana memanfaatkannya untuk kolaborasi tim,” ungkapnya.

Ketua GDGOC UINAM, Nurhalis, menyampaikan harapannya bahwa acara ini dapat menjadi awal dari kolaborasi yang lebih besar di masa depan. 

“Git dan GitHub adalah skill penting di era digital ini. Terima kasih kepada Indigo yang telah memfasilitasi dan memberi ruang untuk kami belajar dan berkembang bersama. Semoga kedepan kita dapat terus berkolaborasi untuk membangun komunitas developer yang lebih kuat di Makassar,” ujarnya.

Dukungan penuh dari Indigo tidak hanya terlihat dari penyediaan fasilitas, tetapi juga dari semangat mereka untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pengembangan teknologi lokal. Indigo sendiri merupakan program inkubator dan akselerator startup digital dibawah naungan Telkom Indonesia.

Dengan kesuksesan acara ini, GDGOC UINAM bersama Indigo berencana untuk menyelenggarakan lebih banyak workshop yang relevan dengan kebutuhan komunitas teknologi di Makassar. Harapannya, inisiatif ini dapat terus memperkuat ekosistem teknologi dan memberikan dampak positif bagi para developer muda untuk berkembang dan bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

 

editor : pablo

Tags: #uinamGDG (Google Developer Groups)
ShareTweetShareSendSend

Artikel Lainnya

Screenshot 2025 07 24
Warta

Viral! Aktivis Mahasiswa Diduga Pelaku Kekerasan Seksual, 3 Perempuan Jadi Korban

24 Juli 2025
250
Whatsapp Image 2024 07 11 At 16 35 48 52c589dd
Warta

NUR SAHRATUL SAHRIA TERPILIH MENJADI FORMATUR KETUA UKM LITERASI LONTARA UWB

11 Juli 2024
89
Whatsapp Image 2025 04 18 At 22 42
Warta

Harapkan peningkatan Eksistensi Organisasi, Ashlam Taufik Terpilih Sebagai Ketua Baru HIPMA Gowa Komisariat UNM

18 April 2025
87
Whatsapp Image 2025 11 27 At 20 20 17
Warta

PNUP Dorong Pemerataan Akses Digital: Teknologi DAS Beri Harapan Baru bagi Desa Terpencil

27 November 2025
81

Rubrik

Esai Liputan Khusus Opini Prosa Puisi Resensi Uncategorized Warta
Pataka Eja

© Dari Narasi Menuju Aksi

Lebih lanjut

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Kirim Artikel

Ikuti kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • Liputan
    • Warta
    • Liputan Khusus
  • Kirim Artikel

© Dari Narasi Menuju Aksi